.post-body { line-height:1.8em; letter-spacing: 0.1px; }

Usaha Kecil

Usaha Kecil
Percetakan dan Perdagangan Umum

Minggu, 09 Oktober 2011

Rumus Konversi/Merubah Suhu Celcius, Fahrenheit, Reamur dan Kelvin - Perubahan Derajat Temperatur Panas Satuan Skala Suhu Fisika

Di dunia terdapat banyak standar satuan hitungan skala suhu, namun yang akan kita bahas lebih lanjut rumusnya hanya yang paling banyak dipakai saja yaitu :

1. Celcius atau Selsius
2. Fahrenheit atau Farenheit
3. Reamur atau Rheamur
4. Kelvin (standar SI satuan internasional)
5. Rankine
6. Delisle
7. Newton
8. Romer

A. Rumus merubah celcius ke kelvin
= Celcius + 273,15

B. Rumus merubah celcius ke rheamur
= Celcius x 0,8

C. Rumus merubah reamur ke celcius
= Rheamur x 1,25

D. Rumus merubah celcius ke fahrenheit
= (Celcius x 1,8) + 32

E. Rumus merubah fahrenheit ke celcius
= (Fahrenheit - 32) / 1,8

F. Rumus merubah rheamur ke farenheit
= (Rheamur x 2,25) + 32

Yang perlu kita ketahui adalah perbandingan suhu antara celcius, reamur dan fahrenheit adalah 5 : 4 : 9. Khusus untuk farenheit perlu ditambah 32 untuk perubahnnya. Perubahan lain bisa melakukan penyesuaian rumus di atas.

Tambahan :
- Satuan derajat temperatur suhu adalah dengan lambang derajat, yaitu pangkat nol setelah angka suhu dan diikuti dengan jenis standarnya. Misalnya C untuk celcius, R untuk reamur dan F untuk fahrenheit. Namun untuk Kelvin tidak membutuhkan pangkat nol setelah angka satuan suhu.
- Alat untuk mengukut temperatur suhu memiliki nama termometer. Termometer adalah
tabung kaca yang didalamnya terdapat cairan raksa atau alkohol. Semakin rendah suhu maka
cairan raksa maupun alkohol akan menciut dan mengembang jika suhu kian tinggi.
- Masalah suhu biasanya dipelajari pada mata pelajaran ipa fisika dan kimia.

Konversi Satuan Ukuran Berat, Panjang, Luas dan Isi

Berikut ini adalah satuan ukuran secara umum yang dapat dikonversi untuk berbagai keperluan sehari-hari yang disusun berdasarkan urutan dari yang terbesar hingga yang terkecil :

km = Kilo Meter
hm = Hekto Meter
dam = Deka Meter
m = Meter
dm = Desi Meter
cm = Centi Meter
mm = Mili Meter

A. Konversi Satuan Ukuran Panjang
Untuk satuan ukuran panjang konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya adalah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 10. Contoh :

- 1 km sama dengan 10 hm
- 1 km sama dengan 1.000 m
- 1 km sama dengan 100.000 cm
- 1 km sama dengan 1.000.000 mm
- 1 m sama dengan 0,1 dam
- 1 m sama dengan 0,001 km
- 1 m sama dengan 10 dm
- 1 m sama dengan 1.000 mm

B. Konversi Satuan Ukuran Berat atau Massa
Untuk satuan ukuran berat konversinya mirip dengan ukuran panjang namun satuan meter diganti menjadi gram. Untuk satuan berat tidak memiliki turunan gram persegi maupun gram kubik. Contohnya :

- 1 kg sama dengan 10 hg
- 1 kg sama dengan 1.000 g
- 1 kg sama dengan 100.000 cg
- 1 kg sama dengan 1.000.000 mg
- 1 g sama dengan 0,1 dag
- 1 g sama dengan 0,001 kg
- 1 g sama dengan 10 dg
- 1 g sama dengan 1.000 mg

C. Konversi Satuan Ukuran Luas
Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 100. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 100. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter persegi (m2 = m pangkat 2).

- 1 km2 sama dengan 100 hm2
- 1 km2 sama dengan 1.000.000 m2
- 1 km2 sama dengan 10.000.000.000 cm2
- 1 km2 sama dengan 1.000.000.000.000 mm2
- 1 m2 sama dengan 0,01 dam2
- 1 m2 sama dengan 0,000001 km2
- 1 m2 sama dengan 100 dm2
- 1 m2 sama dengan 1.000.000 mm2

D. Konversi Satuan Ukuran Isi atau Volume
Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 1000. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 1000. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter kubik (m3 = m pangkat 3).

- 1 km3 sama dengan 1.000 hm3
- 1 km3 sama dengan 1.000.000.000 m3
- 1 km3 sama dengan 1.000.000.000.000.000 cm3
- 1 km3 sama dengan 1.000.000.000.000.000.000 mm3
- 1 m3 sama dengan 0,001 dam3
- 1 m3 sama dengan 0,000000001 km3
- 1 m3 sama dengan 1.000 dm3
- 1 m3 sama dengan 1.000.000.000 mm3

Cara Menghitung :
Misalkan kita akan mengkonversi satuan panjang 12 km menjadi ukuran cm. Maka untuk merubah km ke cm turun 5 tingkat atau dikalikan dengan 100.000. Jadi hasilnya adalah 12 km sama dengan 1.200.000 cm. Begitu pula dengan satuan ukuran lainnya. Intinya adalah kita harus melihat tingkatan ukuran serta nilai pengali atau pembaginya yang berubah setiap naik atau turun tingkat/level.

Satuan Ukuran Lain :

A. Satuan Ukuran Panjang
- 1 inch / inchi / inc / inci = sama dengan = 25,4 mm
- 1 feet / ft / kaki = sama dengan = 12 inch = 0,3048 m
- 1 mile / mil = sama dengan = 5.280 feet = 1,6093 m
- 1 mil laut = sama dengan = 6.080 feet = 1,852 km

1 mikron = 0,000001 m
1 elo lama = 0,687 m
1 pal jawa = 1.506,943 m
1 pal sumatera = 1.851,85 m
1 acre = 4.840 yards2
1 cicero = 12 punt
1 cicero = 4,8108 mm
1 hektar = 2,471 acres
1 inchi = 2,45 cm

B. Satuan Ukuran Luas
- 1 hektar / ha / hekto are = sama dengan = 10.000 m2
- 1 are = sama dengan = 1 dm2
- 1 km2 = sama dengan = 100 hektar

C. Satuan Ukuran Volume / Isi
1 liter / litre = 1 dm3 = 0,001 m3

D. Satuan Ukuran Berat / Massa
- 1 kuintal / kwintal = sama dengan = 100 kg
- 1 ton = sama dengan = 1.000 kg
- 1 kg = sama dengan = 10 ons
- 1 kg = sama dengan = 2 pounds

KUMPULAN RUMUS MATEMATIKA DASAR

Rumus Bangun Ruang - Matematika

Rumus Kubus
- Volume : Sisi pertama dikali sisi kedua dikali sisi ketiga (S pangkat 3)

Rumus Balok
- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi (p x l x t)

Rumus Bola
- Volume : phi dikali jari-jari dikali tinggi pangkat tiga kali 4/3 (4/3 x phi x r x t x t x t)
- Luas : phi dikali jari-jari kuadrat dikali empat (4 x phi x r x r)

Rumus Limas Segi Empat
- Volume : Panjang dikali lebar dikali tinggi dibagi tiga (p x l x t x 1/3)
- Luas : ((p + l) t) + (p x l)

Rumus Tabung
- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi (phi x r2 x t)
- Luas : (phi x r x 2) x (t x r)

Rumus Kerucut
- Volume : phi dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi dibagi tiga (phi x r2 x t x 1/3)
- Luas : (phi x r) x (S x r)
- S : Sisi miring kerucut dari alas ke puncak (bukan tingi)

Rumus Prisma Segitiga Siku-siku
- Volume : alas segitiga kali tinggi segitiga kali tinggi prisma bagi dua (as x ts x tp x

Rumus Bujur Sangkar
Bujur sangkar adalah bangun datar yang memiliki empat buah sisi sama panjang
- Keliling : Panjang salah satu sisi dikali 4 (4S) (AB + BC + CD + DA)
- Luas : Sisi dikali sisi (S x S)

Tentang Beladiri (Hobi di Masa Lalu)



1.       (Th 1996) Karate Do Indonesia (Khu Syin Ryu)

2. ( Th 1998) Perguruan Silat Dam-Dam, Sendeng & Harimau Berantai

3.       (Th 2003) Pencak Silat Kijang Berantai

4.       (Th 2008) Perguruan Silat Rajawali Putih Kalimantan Barat

PENGALAMAN DI EVENT



  1. Th 2003 –Event Expo CEAF ( Civil Engineering And Architecture Fair ) Se-Indonesia.
Jabatan : Wakil Ketua Panitia / Koordinator Lapangan & Koordinator Perlengkapan.
ü  Rangkaian Acara ( berlangsung selama tujuh hari )
                                      i.      Expo CEAF se-Indonesia
                                    ii.      Seminar Teknik Sipil se-Indonesia
                                  iii.      English Debate Contest se – Kalimantan Barat
                                  iv.      Lomba Mengambar Anak-anak se-Kota Pontianak
                                    v.      Parade Musik se-Kota Pontianak

ü  Tamu English Debate Contest
                                      i.      Utusan Mahasiswa ABA (Akademi Bahasa Asing ) Imam Bonjol Pontianak
                                    ii.      Utusan Mahasiswa ASMI ( Akademi Sekretari Manajemen Indonesia ) Pontianak
                                  iii.      Utusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak
                                  iv.      Utusan Mahasiswa Universitas Tanjung Pura Pontianak
                                    v.      Dan lain-lainnya

ü  Tamu EXPO & Seminar
                                      i.      Utusan Mahasiswa Teknik Sipil UNTAN ( Universitas Tanjung Pura ) Pontianak
                                    ii.      Utusan Mahasiswa Teknik Sipil UPB ( Universitas Panca Bakti ) Pontianak
                                  iii.      Utusan Mahasiswa Teknik Sipil ITN ( Institut Teknologi Nasional ) Malang
                                  iv.      Utusan Mahasiswa Teknik Sipil UII ( Universitas Islam Indonesia ) Jogyakarta
                                    v.      Utusan Mahasiswa Teknik Sipil UI ( Universitas Indonesia ) Jakarta
                                  vi.      Dan lain-lainnya
ü  Sponsor Utama
                                      i.      Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat
ü  Sponsor Lainnya
                                      i.      Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Barat
                                    ii.      Pontianak Post
                                  iii.      Dan lain-lainnya.

Jumat, 12 Agustus 2011

Apakah itu KEBAHAGIAAN ?


Bagi orang miskin
uang itulah kebahagiaan


Bagi orang sakit
kesehatan itulah kebahagiaan


Bagi pemuda lajang
pasangan hidup itulah kebahagiaan


Bagi mahasiswa
gelar sarjana itulah kebahagiaan


Bagi penganggur
pekerjaan itulah kebahagiaan


Bagi yang kebanyakan pekerjaan
liburan itulah kebahagiaan


Bagi orang tua
anak berbakti itulah kebahagiaan


Bagi orang lumpuh
berjalan itulah kebahagiaan


Bagi orang buta
melihat itulah kebahagiaan


Bagi pemabok
alkohol itulah kebahagiaan


Bagi ibu-ibu kaya
shopping itulah kebahagiaan


Bagi politikus
jabatan dan kuasa itulah kebahagiaan


Bagi selibritis
popularitas itulah kebahagiaan


Semua orang punya definisi kebahagiaan
namun sedikit sekali yang mengatakan Hidup dalam kasih Allah
dan Rasa syukur itulah kebahagiaan!


Kebahagiaan-kebahagiaan di atas sebenarnya bukanlah kebahagiaan,
lebih tepat adalah kesenangan, kepuasan dan kegembiraan yang singkat dan sementara. 
Dan itu belum tentu didapatkan. 


Kebahagiaan sejati hanya ada dalam KASIH Allah dan RASA SYUKUR
atas apapun NIKMAT yang didapat dari Allah...


Hanya KASIH Allah dan RASA SYUKUR yang mendatangkan sukacita, kedamaian dan keceriaan.
Hanya KASIH Allah dan Rasa SYUKUR yang mendatangkan kebahagiaan sejati dalam hidup


Hanya BERSYUKURlah dalam KASIH Allah yang membuat segalanya jadi INDAH

Senin, 25 Juli 2011

Siapa Jodoh Ku?


Suatu hari, saya menerima telepon yang cukup menyentuh sekaligus memprihatinkan dari seorang saudara.
Sebenarnya bukan kali ini saja.
Disamping itu sebelumnya saya telah menerima sms semisal yang berasal dari saudara, teman ataupun sahabat yang mengajak sharing tentang suasana hatinya.
Intinya saat itu saudara saya tersebut sedang patah hati, begitu dia bilang.
Sepertinya ada setumpuk kesedihan tersimpan dalam hatinya.
Hati saya pun terusik untuk mencari, mengapa hal itu mesti terjadi?
Dan pada salah satu sms yang pernah saya terima ada pertanyaan tentang konsep jodoh, juga konsep takdir.
Serta pernyataan
"Yakinkan pada ku bahwa Allah telah menyiapkan jodoh terbaik bagiku", begitu antara lain akhir sebuah sms yang pernah saya terima dari seorang sahabat.

"Jodoh"
yah inilah misteri yang kan senantiasa mengikuti setiap orang sampai kapanpun termasuk pribadi saya.
Seakan tiada habisnya membicarakan masalah ini.
Fatwa dan penjelasan para 'alim pun belum bisa memberikan kepuasan dihati setiap insan.
Apakah jodoh adalah murni taqdir Allah yang tiada hubungannya dengan ikhtiar manusia?
Apakah murni ikhtiar manusia dan tidak ada hubungannya dengan Allah?
Ataukah kedua-duanya berperan?

Bahwa jodoh berkaitan dengan taqdir adalah benar.
Bahwa kita pada dasarnya sudah ditaqdirkan oleh Allah memiliki jodoh masing-masing adalah hal yang harus kita yakini.
Tapi yang menjadi persoalan adalah siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi jodoh kita??
It's mysterious problem

Jika kita membicarakan taqdir/kehendak Allah maka pada dasarnya ada dua yaitu,
Apa yang dikehendaki Allah "kepada" kita
dan apa yang dikehendaki Allah "dari" kita.
"Kepada" tidak sama dengan "dari".
Apa yang dikehendaki Allah "kepada" kita adalah sebuah rahasia Allah, biasanya disebut `taqdir mutlak`.
Kita tidak diberi tahu sebelum hal itu terjadi.
Siapa jodoh saya?
Kapan saya mati?
Kenapa saya kurus?
Kenapa saya berkulit coklat?
Kenapa saya lahir di Indonesia?
Semua itu adalah mutlak rahasia Allah.
Itu adalah urusan Allah, hak prerogatif Allah sebagai Rabb Yang Maha Kuasa.
Masalah ini bukan domain manusia
Memikirkan dan mempertanyakannya tidak ada manfaatnya sama sekali, bahkan bisa jadi akan melahirkan kesulitan yang mengantarkan pada kesesatan dan kebinasaan.

Tugas kita sebagai makhlukNya adalah memikirkan dan mengikhtiarkan kehendak Allah yang kedua,
yaitu apa yang dikehendaki Allah "dari" kita.
Dan biasanya disebut taqdir `ikhtiari`
yaitu ketetapan Allah yang ada kaitannya dengan usaha manusia.
Inilah tugas kita sebagai makhluk.
Allah menghendaki kita menuntut ilmu, silaturahmi, shalat, dzikir, berdo'a, berusaha dan lain-lain.
Termasuk dalam hal jodoh,
Allah menghendaki kita agar berusaha mencari dan menemukan jodoh terbaik kita masing-masing.
Sebelum mendapatkannya,
kita tidak tahu pasti siapa jodoh kita.
Rahasianya masih tersimpan rapih dalam database Allah di Lauhul Mahfuzh.
Untuk mengetahui siapa jodoh kita,
maka kita dituntut melakukan usaha, ikhtiar dan upaya.

Jodoh adalah taqdir yang sekaligus berkaitan dengan peran Allah dan ikhtiar manusia.
Jodoh bukan taqdir mutlak,
namun taqdir ikhtiar.
Sehingga kaidah dalam menemukan jodoh adalah usaha/ikhtiar secara syar'i "dan" tawakkal.
Disini sengaja saya menggunakan kata penghubung "dan" bukan "lalu", "kemudian", atau "setelah itu".
Artinya tawakkal, pasrah dan do'a harus terus mengiringi usaha kita dalam menemukan jodoh tersebut.
Dan ternyata inilah yang akan dinilai oleh Allah,
yaitu proses usaha atau ikhtiar dan tawakkal kita kepada Allah.
Dengan demikian hasil dari proses tersebut akan kita pandang sebagai "yang terbaik".
Hati kitapun akan ikhlas menerima sehingga tidak ada istilah sakit hati, patah hati maupun duka hati.

Siapa jodoh ku?

Untuk mengetahui, tepatnya menebak siapa jodoh kita dalam bahasa ikhtiarnya,
maka sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengetahui
"siapa diri kita"
Sangat sulit menebak siapa jodohnya bagi orang yang belum mengenal dirinya.
Oleh karena itu orang yang sudah faham siapa dirinya akan mudah menemukan jodohnya.
Jadi ikhtiar yang harus kita lakukan pertama ...

Minggu, 24 Juli 2011

Humor (Bag. 5)

Surat Penawaran Hubungan
      
     
Kepada Yth.
Neng Geulis Panutan Akang,

Dengan hormat,
Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal ... bulan .... tahun.....
Berdasarkan rapat keluarga kami yang diadakan pada tanggal 20 Agustus pukul 19.00 WIB, saya berketetapan hati untuk menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang prospektif. Hubungan cinta kita akan menjalani masa percobaan minimal tiga bulan sebelum memasuki tahap permanen.
Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan diadakan terlebih dahulu on the job training secara intensif dan berkelanjutan.
Dan kemudian, setiap 3 bulan selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja yang bisa menuju kepada pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup. Biaya yang dikeluarkan untuk ke rumah makan dan shoping akan dibagi dua sama rata antara kedua belah pihak. Selanjutnya, didasarkan pada performa dan kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan menanggung bagian yang lebih besar dari pengeluaran total.
Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai, jumlah dan bentuk pengeluaran yang akan Anda keluarkan nantinya.
Saya dengan segala kerendahan hati meminta Anda untuk menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari terhitung tanggal penerimaan surat.
Lewat dari tanggal tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut dan tentu saja,
saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.
Saya akan sangat berterima kasih apabila Anda berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik perempuan atau sepupu Anda,
apabila Anda menolak penawaran ini. Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.

Hormat Saya,
Abangmu yang Tersayang.

Humor (Bag. 4)

123 Hal yang Membuat Kaum Pria Meneteskan Air Mata

Nah… inilah 123 hal yang membuat pria meneteskan air mata, atau setidaknya membuat hatinya tersayat, teriris, terluka-pedih….
Sosok pria sebagai seorang ayah, ia akan menangis, berduka, terluka, sedih, atau kecewa jika:

   1.  Ada pria lain, selain dirinya, di hati istri yang amat dicintainya.
   2. Ia ditinggalkan sendirian oleh anak dan istrinya.
   3. Ia tidak pernah dianggap ada oleh keluarganya.
   4.Kedatangannya disambut dengan omelan, berbagai macam pertanyaan penuh kecurigaan, atau muka masam dari istri dan/atau anak-anaknya. Sepantasnya seorang istri menyambut suami dengan sapaan nan lembut, senyuman yang mesra, dengan pakaian yang memesona.
   5.Istrinya diketahui selingkuh atau “ada main” dengan pria lain.
   6.      Ia tidak mampu memberikan uang jajan untuk putra/i yang dicintainya.
   7.      Ia tidak mampu memberikan atau membelikan yang terbaik untuk istri dan anak-anaknya.
   8.      Ia masih tergantung dengan orang tuanya, terutama dalam segi materi.
   9.      Ia teringat dengan masa lalunya yang begitu menyenangkan, dan sekarang ia merasa begitu menderita.
  10.      Jika masa lalunya begitu kelabu, ia akan menyesalinya mengapa ia seperti itu, sehingga… kini ia berjanji untuk bertaubat agar lembaran kehidupan menjadi putih berseri.
  11.      Ia dimasukkan oleh anak-anaknya ke panti jompo setelah ia tidak lagi mampu berbuat apa-apa.
  12.      Ia dibantah anak-anaknya dengan cara yang begitu kasar.
  13.      Anak-anaknya yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang membencinya ketika mereka (beranjak) dewasa.
  14.      Anak-anaknya menjadi pembangkang, nakal, bandel, sulit diatur. Intinya adalah anak-anaknya menjadi orang yang kurang/tidak cerdas baik dari segi IQ (intelektual), EQ (emosional), SQ (spiritual), maupun AQ (adversity quotient).
  15.      Anak-anaknya hanya mau hartanya saat ia ada, bahkan sampai berebut warisannya setelah ia tiada.
  16. Sosok pria sebagai seorang anak, balita, anak kecil, atau remaja ia akan menangis, bersedih, terluka, berduka, atau kecewa jika:
  17.      Kehadirannya di dunia ini ternyata tidak dikehendaki oleh orang tuanya.
  18.      Ia dikatakan sebagai anak haram, anak durhaka, anak yang tak tahu balas budi, anak kurang ajar, anak yang tak tahu berterimakasih, dan sebutan lainnya yang tak pantas.
  19.      Ia tidak dibelikan mainan atau sesuatu yang diinginkannya.
  20.      Ia merasa haus.
  21.      Ia merasa lapar.
  22.      Ia merasa atau melihat orang tuanya tidak harmonis, sering cekcok, sering bertengkar.
  23.      Ia dijauhkan dari sesuatu (baik barang, benda, mainan, maupun eseorang) yang disukai atau dicintainya.
  24.      Ia merasa kemauan/keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya.
  25.      Ia dimarahi, terutama hanya gara-gara masalah kecil/sepele.
  26.      Ia dibentak-bentak.
  27.      Ia terlalu dibatasi dan dikekang.
  28.      Ia dilarang bergaul dengan lawan jenis, hanya karena alasan takut dengan pergaulan bebas. Solusinya: orang tua memberitahu cara-cara bergaul yang agamis dan dinamis.
  29.      Ia dilarang melakukan sesuatu dengan alasan kasihan atau sayang. Sering kita mendengar orang tua berkata, “Melarang itu berarti tanda sayang.” Tidak dalam semua hal ungkapan ini benar.
  30.      Ia tahu orang tuanya terlilit hutang, atau ada masalah yang tak mudah untuk dipecahkan.
  31.      Ia tahu orang tuanya terlibat dalam masalah kriminal.
  32.      Ia dipaksa menikah, atau dijodohkan orang tuanya dengan seorang gadis yang tidak dicintainya, atau dijodohkan dengan seorang wanita demi memenuhi ambisi, keinginan, kemauan orang tuanya, misalnya: mempertahankan kerajaan bisnis keluarga, demi reputasi-popularitas, demi kekayaan dan kejayaan, dsb.
  33.  34. Sosok pria sebagai seorang kekasih, ia akan menangis, atau setidaknya terluka, kecewa, bersedih hati, jika:
  35.      Ia tidak bisa membahagiakan wanita yang dikasihinya.
  36.      Kehadirannya sama seperti ketiadaannya.
  37.      Ia tidak bisa membuat wanita yang disayanginya tersenyum bahagia dan wajahnya berbinar ceria.
  38.      Wanita yang dicintainya (ternyata) tidak mencintainya dengan sepenuh hati, atau hanya mencintainya dengan separuh hati.
  39.      Kekasihnya berpaling ke lain hati, mencari kehangatan lelaki lain, mencari pelukan lelaki lain.
  40.      Wanita yang dipujanya (diam-diam) mengagumi, memuji-muji, memuja kelebihan cowok lain, terlebih di depan matanya sendiri, lalu memandang rendah dirinya.
  41.      Wanita idaman hatinya hanya mencintai hanya saat memerlukannya, jika tidak sedang butuh… wanita itu berpaling ke pria lain.
  42.      Ia melihat wanita yang dikasihinya sedang bermesraan, bergandengan tangan, berciuman, dan/atau berselingkuh dengan pria lain.
  43.      Ia dibanding-bandingkan dengan pria lain, terutama dalam masalah status, pekerjaan, dan… uang (harta).
  44.      Ia merasa dikhianati oleh wanita yang begitu dikaguminya dikasihinya, disayanginya, dan dicintainya.
  45.      Ia ditinggalkan, dicampakkan, ditelantarkan, atau ditinggal pergi begitu saja, diputuskan secara sepihak oleh wanita yang amat dicintainya.
  46.      Ia (merasa) dicintai oleh wanita yang salah, pada saat yang salah (di waktu yang tidak tepat), dan di tempat yang salah.
  47.      Ia setia, namun kekasihnya tak setia.
  48.      Cinta wanita kepadanya dihiasi dengan kepalsuan. Maksudnya, wanita itu mencintainya karena ia memiliki harta, kedudukan, popularitas. Singkatnya, wanita itu mau dan mencintai karena sang Pria “memiliki dunia”. Setelah semuanya tiada, pria itu ditinggalkan begitu saja.
  49.      Cinta wanita kepadanya dibingkai dengan kehampaan. Maksudnya, wanita itu hanya berpura-pura saja mencintainya, atau menjadikan dirinya semata hanya sebagai pelampiasan, pelarian, pelabuhan sementara. Ungkapan “Dalam dunia percintaan, kepura-puraan adalah hal yang amat menyakitkan!” terasa kebenarannya.
  50.      Ia terlalu dikekang atau diatur oleh kekasihnya.
  51.      Ia harus selalu menuruti atau membenarkan semua kemauan, keinginan, saran, nasihat, pendapat dari wanita yang amat dicintainya.
  52.      Wanita yang disayanginya berubah menjadi baik hanya jika “ada maunya”.
  53.      Ia melihat wanita yang amat dicintainya sedang menangis atau bersedih hati.
  54.      Ia tidak bisa membantu wanita yang dikasihinya saat wanita tersebut benar-benar memerlukan pertolongannya.
  55. Sosok pria sebagai seorang pengajar, guru, dosen, atau tutor, ia akan menangis atau bersedih hati jika:
  56.      Ia tidak bisa membuat muridnya memahami atau mengerti apa yang diajarkannya.
  57.      Ia menyaksikan muridnya gagal dalam ujian, tidak lulus dalam mata pelajaran/kuliah yang diberikannya. Kesedihan ini akan terasa begitu mendalam jika murid-muridnya gagal di dalam menghadapi “ujian Kehidupan”.
  58.      Ia melihat muridnya gagal dalam hidup dan kehidupannya.
  59.      Ia tidak bisa membuat muridnya lebih baik dari dirinya.
  60.      Ia tidak bisa membuat muridnya lebih pandai dari dirinya.
  61.      Ia tidak bisa membuat muridnya lemah lembut dalam bertutur kata, dewasa dalam bersikap, arif dalam memilih, dan bijaksana dalam memutuskan.
  62.      Ia melihat atau mendengar muridnya terlibat di dalam dunia hitam, seperti: kasus asusila, narkoba, kriminal, dsb.
  63.      Ia melihat muridnya menjadi sosok yang dijauhi masyarakat, seperti: koruptor (berdasi), pengusaha yang curang, buronan, pelacur, dsb.
  64.      Apa yang diajarkannya hanya dihafalkan sebatas teori dan tidak diaplikasikan di dalam kehidupan nyata.
  65.      Apa yang diajarkannya disalahgunakan, atau dengan kata lain, ilmu yang diajarkannya digunakan untuk kejahatan.
  66. Sosok pria sebagai seorang pelajar/mahasiswa ia akan menangis, kecewa, dan/atau bersedih hati jika:
  67.      Ia dipaksa masuk ke jurusan yang sebenarnya kurang/tidak disukainya. Contoh kasus: orang tuanya ingin agar ia jadi dokter, sehingga ia dimasukkan ke fakultas kedokteran. Padahal sebenarnya ia ingin menjadi pebisnis yang hebat.
  68.      Ia tidak lulus ujian.
  69.      Ia gagal diterima di sekolah pilihannya.
  70.      Ia dikatakan atau dianggap bodoh oleh guru/dosen atau teman-temannya.
  71.      Ia tidak diterima di dalam pergaulan dengan teman sebayanya.
  72.      Ia dilarang tahu banyak hal oleh guru/dosennya, atau dikatakan belum saatnya kamu tahu tentang hal ini, padahal sebenarnya ia ingin menjadi ahli dalam hal itu.
  73.      Ia seorang pelajar/mahasiswa yang berprestasi dan berbakat, namun kurang/tidak didukung oleh sarana-prasarana dan fasilitas yang memadai.
  74.      Pemikiran atau pendapatnya (yang telah sesuai dengan berbagai literatur terbaru dan terpercaya) disalahkan, tidak diterima, diacuhkan begitu saja hanya gara-gara ia belum senior, masih belum bergelar, dsb.
  75.      Karya tulisnya diplagiat (dijiplak, ditiru seluruhnya, di-copy paste) oleh orang lain.
  76.      Ia dianggap orang yang aneh dan unik hanya gara-gara perilakunya, perkataanya, pemikirannya, pendapatnya aneh dan unik juga.
  77.  78. Sosok pria sebagai seorang pemuka/tokoh agama ia akan menangis, kecewa, dan/atau bersedih hati jika:
  79.      Dirinya sendiri ternyata jauh dari Allah, atau belum sepenuhnya menjalankan perintah agama yang dianutnya.
  80.      Putra/putrinya sulit diatur, sukar dinasihati, tidak bersikap sesuai ajaran agama.
  81.      Ia melihat umatnya bergelimang di dalam dosa dan kemaksiatan.
  82.      Ia tidak bisa membuat jamaah/gembalanya menjadi lebih baik dan lebih tercerahkan hidupnya.
  83.      Ayat-ayat kitab suci tidak diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari.
  84.      Tempat ibadah hanya sebagai simbol atau pelengkap, tidak dimakmurkan, tidak digunakan, dan tidak dimaksimalkan fungsinya.
  85.      Ibadah hanya dilakukan sebatas ritual atau seremoni rutin belaka.
  86.      Banyak orang yang melakukan kejahatan atas nama agama dan Tuhan.
  87.      Banyak orang yang saling membenci, bermusuhan, bertikai, membeda-bedakan hanya karena berbeda agama.
  88.      Agama (termasuk ayat-ayat dari kitab suci) hanya digunakan sebagai topeng, kedok, atau senjata yang memudahkan atau memuluskan jalan untuk mencari popularitas/uang, meraih jabatan, melangsungkan pernikahan, melanggengkan bisnis, dan semata demi kepentingan duniawi.
  89.      Agama dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Inilah yang mengakibatkan berkembangnya paham sekuler dan hedonisme.
  90.      Ada orang yang mengaku sebagai orang suci, utusan Tuhan, atau Nabi.
  91.      Ada orang yang menjual diri demi sesuap nasi.
  92.      Ada orang yang rela menukar keyakinan agamanya demi memperoleh kesenangan/nikmat duniawi.
  93.      Ada orang yang tidak beragama, atau tidak yakin sepenuhnya kepada (kasih sayang) Allah.
  94. Sosok pria sebagai seorang kepala negara, pemimpin, atau pejabat (yang ideal dan berhati nurani) ia akan menangis, kecewa, bersedih hati jika:
  95.      Pornografi, pornoaksi, dan semua hal yang bersifat porno dan asusila begitu merebak serta meracuni berbagai sendi kehidupan dan merusak generasi muda di negeri ini.
  96.      KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) masih ada dan merajalela di negeri ini.
  97.      Ia tidak dapat berlaku adil kepada rakyatnya.
  98.      Biaya pendidikan mahal dan tak terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
  99.      Berbagai fasilitas, sarana dan prasarana kesehatan tidak dapat dinikmati oleh semua warga negara.
 100.      Sumber daya alam negeri ini dikuasai oleh investor asing.
 101.      Kemiskinan dan pengangguran masih melanda negeri ini.
 102.      Keputusannya membawa penderitaan atau menyengsarakan banyak orang.
 103.      Negeri ini masih saja “dijajah” atau “dikuasai” oleh bangsa asing. Bentuk-bentuk penjajahan modern dapat berupa: ekonomi, budaya, ideologi, hiburan (entertainment), teknologi, komunikasi, dsb.
 104.      Banyak kaum muda yang bermalas-malasan, tidak produktif, konsumtif, dan hanya sebagai penganut hedonisme dan korban teknologi modern.
 105.      Negeri ini menjadi sasaran teroris, sarang teroris, disebut teroris, atau menjadi korban dari terorisme global.
 106. Sosok pria sebagai seorang sahabat sejati, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 107.      Dikhianati, terutama oleh orang-orang terdekatnya.
 108.      Dimanfaatkan oleh siapapun dalam bentuk apapun.
 109.      Tidak ada seorangpun yang menolongnya saat ia memerlukan bantuan.
 110.      Diputuskan, diasingkan, dikucilkan dari pergaulan tanpa sebab atau alasan yang jelas.
 111.      Difitnah secara keji, terutama oleh orang yang selama ini dipercayainya.
 112. Sosok pria sebagai “musuh Tuhan”, teroris, atheis, penjahat, atau koruptor, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 113.      Banyak orang yang bertaubat dan dekat dengan Allah.
 114.      Banyak wanita yang menutupi auratnya, berjilbab, dan menjaga kesucian serta harga dirinya.
 115.      Para pejabat menjadi jujur, tidak lagi mau disuap, diberi gratification.
 116.      Birokrasi di negeri ini menjadi begitu cepat dan dipermudah.
 117.      Supremasi hukum ditegakkan, sehingga semuanya sama dihadapan hukum.
 118. Sosok pria sebagai seorang petani, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 119.      Hasil panennya kurang menggembirakan dan tidak begitu melimpah, sehingga hasilnya tidak dapat mencukupi kebutuhan dirinya dan keluarganya.
 120.      Hama (wereng, tikus, dsb) merusak sawah ladangnya, sehingga gagal panen.
 121.      Harga pupuk mahal.
 122. Sosok pria sebagai seorang nelayan, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 123.      Hasil tangkapannya sedikit, sehingga tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya.
 124.      Harga bahan bakar, terutama solar, menjadi mahal.
 125.      Gelombang laut pasang, sehingga ia tidak bisa melaut seperti biasa.
 126. Sosok pria sebagai seorang pedagang, pengusaha, pebisnis, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 127.      Mengalami kebangkrutan yang sampai mengakibatkan dirinya harus memulai lagi dari awal atau dari nol.
 128.      Tidak ada yang menggantikan dirinya atau mewarisi usahanya.
 129.      Terjadi resesi dan krisis global, sehingga harga bahan baku menjadi tak terjangkau.
 130. Sosok pria sebagai seorang peneliti, ilmuwan, cendekiawan, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 131.      Hasil penelitiannya tidak dapat bermanfaat bagi umat manusia.
 132.      Ia dipersulit atau tidak diberi fasilitas, dana, bantuan untuk melakukan risetnya.
 133.      Perhatian serta apresiasi masyarakat dan pemerintah amat kurang di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Padahal majunya suatu negara salah satunya adalah karena pengembangan riset dan teknologi.
 134.      Kesejahteraan dirinya sendiri dan keluarganya kurang/tidak diperhatikan, diabaikan begitu saja oleh negara/pemerintah, sementara pikiran, waktu, dan tenaganya “diperas” untuk terus meneliti dan berkarya.
 135. Sosok pria yang berprofesi sebagai seorang penulis, sastrawan, seniman, budayawan, pekerja seni, perupa, musisi, fotografer, programmer, dan juga profesi lainnya (terutama di bidang sastra dan seni budaya) yang belum tersebut di artikel ini, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 136.      Tidak ada atau kehabisan ide untuk memulai berkarya. Atau mengalami kebuntuan ide di tengah-tengah berkarya, yang menyebabkan karyanya tidak dapat terselesaikan dengan sempurna.
 137.      Ide atau hasil karyanya dibajak, disalahtafsirkan, tidak diapresiasi secara layak, atau tidak diakui sebagai suatu karya (bercitarasa seni).
 138.      Hasil karyanya dinilai rendah atau dihargai amat murah, tidak sesuai dengan kualitas, mutu, atau nilai karya itu yang sebenarnya.

Perlu diketahui, minimnya bantuan, dukungan, dan perhatian pemerintah di bidang sastra dan seni budaya telah membuat negeri ini kehilangan jatidirinya sebagai negeri yang berbudaya adiluhung.
Demikianlah telah kami uraikan 123 hal yang membuat pria meneteskan air mata. Semoga bermanfaat.
The last but not least, pesan untuk kaum wanita… jangan coba-coba ya… mempermainkan, menyakiti (hati) kami, membuat kami, kaum pria, menangis, berduka, bersedih, atau kehilangan harapan…. sehingga pepatah “no women no cry” tak lagi berlaku. OK?