.post-body { line-height:1.8em; letter-spacing: 0.1px; }

Usaha Kecil

Usaha Kecil
Percetakan dan Perdagangan Umum

Senin, 25 Juli 2011

Siapa Jodoh Ku?


Suatu hari, saya menerima telepon yang cukup menyentuh sekaligus memprihatinkan dari seorang saudara.
Sebenarnya bukan kali ini saja.
Disamping itu sebelumnya saya telah menerima sms semisal yang berasal dari saudara, teman ataupun sahabat yang mengajak sharing tentang suasana hatinya.
Intinya saat itu saudara saya tersebut sedang patah hati, begitu dia bilang.
Sepertinya ada setumpuk kesedihan tersimpan dalam hatinya.
Hati saya pun terusik untuk mencari, mengapa hal itu mesti terjadi?
Dan pada salah satu sms yang pernah saya terima ada pertanyaan tentang konsep jodoh, juga konsep takdir.
Serta pernyataan
"Yakinkan pada ku bahwa Allah telah menyiapkan jodoh terbaik bagiku", begitu antara lain akhir sebuah sms yang pernah saya terima dari seorang sahabat.

"Jodoh"
yah inilah misteri yang kan senantiasa mengikuti setiap orang sampai kapanpun termasuk pribadi saya.
Seakan tiada habisnya membicarakan masalah ini.
Fatwa dan penjelasan para 'alim pun belum bisa memberikan kepuasan dihati setiap insan.
Apakah jodoh adalah murni taqdir Allah yang tiada hubungannya dengan ikhtiar manusia?
Apakah murni ikhtiar manusia dan tidak ada hubungannya dengan Allah?
Ataukah kedua-duanya berperan?

Bahwa jodoh berkaitan dengan taqdir adalah benar.
Bahwa kita pada dasarnya sudah ditaqdirkan oleh Allah memiliki jodoh masing-masing adalah hal yang harus kita yakini.
Tapi yang menjadi persoalan adalah siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi jodoh kita??
It's mysterious problem

Jika kita membicarakan taqdir/kehendak Allah maka pada dasarnya ada dua yaitu,
Apa yang dikehendaki Allah "kepada" kita
dan apa yang dikehendaki Allah "dari" kita.
"Kepada" tidak sama dengan "dari".
Apa yang dikehendaki Allah "kepada" kita adalah sebuah rahasia Allah, biasanya disebut `taqdir mutlak`.
Kita tidak diberi tahu sebelum hal itu terjadi.
Siapa jodoh saya?
Kapan saya mati?
Kenapa saya kurus?
Kenapa saya berkulit coklat?
Kenapa saya lahir di Indonesia?
Semua itu adalah mutlak rahasia Allah.
Itu adalah urusan Allah, hak prerogatif Allah sebagai Rabb Yang Maha Kuasa.
Masalah ini bukan domain manusia
Memikirkan dan mempertanyakannya tidak ada manfaatnya sama sekali, bahkan bisa jadi akan melahirkan kesulitan yang mengantarkan pada kesesatan dan kebinasaan.

Tugas kita sebagai makhlukNya adalah memikirkan dan mengikhtiarkan kehendak Allah yang kedua,
yaitu apa yang dikehendaki Allah "dari" kita.
Dan biasanya disebut taqdir `ikhtiari`
yaitu ketetapan Allah yang ada kaitannya dengan usaha manusia.
Inilah tugas kita sebagai makhluk.
Allah menghendaki kita menuntut ilmu, silaturahmi, shalat, dzikir, berdo'a, berusaha dan lain-lain.
Termasuk dalam hal jodoh,
Allah menghendaki kita agar berusaha mencari dan menemukan jodoh terbaik kita masing-masing.
Sebelum mendapatkannya,
kita tidak tahu pasti siapa jodoh kita.
Rahasianya masih tersimpan rapih dalam database Allah di Lauhul Mahfuzh.
Untuk mengetahui siapa jodoh kita,
maka kita dituntut melakukan usaha, ikhtiar dan upaya.

Jodoh adalah taqdir yang sekaligus berkaitan dengan peran Allah dan ikhtiar manusia.
Jodoh bukan taqdir mutlak,
namun taqdir ikhtiar.
Sehingga kaidah dalam menemukan jodoh adalah usaha/ikhtiar secara syar'i "dan" tawakkal.
Disini sengaja saya menggunakan kata penghubung "dan" bukan "lalu", "kemudian", atau "setelah itu".
Artinya tawakkal, pasrah dan do'a harus terus mengiringi usaha kita dalam menemukan jodoh tersebut.
Dan ternyata inilah yang akan dinilai oleh Allah,
yaitu proses usaha atau ikhtiar dan tawakkal kita kepada Allah.
Dengan demikian hasil dari proses tersebut akan kita pandang sebagai "yang terbaik".
Hati kitapun akan ikhlas menerima sehingga tidak ada istilah sakit hati, patah hati maupun duka hati.

Siapa jodoh ku?

Untuk mengetahui, tepatnya menebak siapa jodoh kita dalam bahasa ikhtiarnya,
maka sangat ditentukan oleh bagaimana kita mengetahui
"siapa diri kita"
Sangat sulit menebak siapa jodohnya bagi orang yang belum mengenal dirinya.
Oleh karena itu orang yang sudah faham siapa dirinya akan mudah menemukan jodohnya.
Jadi ikhtiar yang harus kita lakukan pertama ...

Minggu, 24 Juli 2011

Humor (Bag. 5)

Surat Penawaran Hubungan
      
     
Kepada Yth.
Neng Geulis Panutan Akang,

Dengan hormat,
Saya sangat gembira memberitahukan Anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada Anda terhitung tanggal ... bulan .... tahun.....
Berdasarkan rapat keluarga kami yang diadakan pada tanggal 20 Agustus pukul 19.00 WIB, saya berketetapan hati untuk menawarkan diri sebagai kekasih Anda yang prospektif. Hubungan cinta kita akan menjalani masa percobaan minimal tiga bulan sebelum memasuki tahap permanen.
Tentu saja, setelah masa percobaan usai, akan diadakan terlebih dahulu on the job training secara intensif dan berkelanjutan.
Dan kemudian, setiap 3 bulan selanjutnya akan diadakan juga evaluasi performa kerja yang bisa menuju kepada pemberian kenaikan status dari kekasih menjadi pasangan hidup. Biaya yang dikeluarkan untuk ke rumah makan dan shoping akan dibagi dua sama rata antara kedua belah pihak. Selanjutnya, didasarkan pada performa dan kinerja Anda, tidak tertutup kemungkinan bahwa saya akan menanggung bagian yang lebih besar dari pengeluaran total.
Akan tetapi, saya cukup bijaksana dan mampu menilai, jumlah dan bentuk pengeluaran yang akan Anda keluarkan nantinya.
Saya dengan segala kerendahan hati meminta Anda untuk menjawab penawaran ini dalam waktu 30 hari terhitung tanggal penerimaan surat.
Lewat dari tanggal tersebut, penawaran ini akan dibatalkan tanpa pemberitahuan lebih lanjut dan tentu saja,
saya akan beralih dan mempertimbangkan kandidat lain.
Saya akan sangat berterima kasih apabila Anda berkenan untuk meneruskan surat ini kepada adik perempuan atau sepupu Anda,
apabila Anda menolak penawaran ini. Demikian penawaran yang dapat saya ajukan dan sebelumnya terima kasih atas perhatiannya.

Hormat Saya,
Abangmu yang Tersayang.

Humor (Bag. 4)

123 Hal yang Membuat Kaum Pria Meneteskan Air Mata

Nah… inilah 123 hal yang membuat pria meneteskan air mata, atau setidaknya membuat hatinya tersayat, teriris, terluka-pedih….
Sosok pria sebagai seorang ayah, ia akan menangis, berduka, terluka, sedih, atau kecewa jika:

   1.  Ada pria lain, selain dirinya, di hati istri yang amat dicintainya.
   2. Ia ditinggalkan sendirian oleh anak dan istrinya.
   3. Ia tidak pernah dianggap ada oleh keluarganya.
   4.Kedatangannya disambut dengan omelan, berbagai macam pertanyaan penuh kecurigaan, atau muka masam dari istri dan/atau anak-anaknya. Sepantasnya seorang istri menyambut suami dengan sapaan nan lembut, senyuman yang mesra, dengan pakaian yang memesona.
   5.Istrinya diketahui selingkuh atau “ada main” dengan pria lain.
   6.      Ia tidak mampu memberikan uang jajan untuk putra/i yang dicintainya.
   7.      Ia tidak mampu memberikan atau membelikan yang terbaik untuk istri dan anak-anaknya.
   8.      Ia masih tergantung dengan orang tuanya, terutama dalam segi materi.
   9.      Ia teringat dengan masa lalunya yang begitu menyenangkan, dan sekarang ia merasa begitu menderita.
  10.      Jika masa lalunya begitu kelabu, ia akan menyesalinya mengapa ia seperti itu, sehingga… kini ia berjanji untuk bertaubat agar lembaran kehidupan menjadi putih berseri.
  11.      Ia dimasukkan oleh anak-anaknya ke panti jompo setelah ia tidak lagi mampu berbuat apa-apa.
  12.      Ia dibantah anak-anaknya dengan cara yang begitu kasar.
  13.      Anak-anaknya yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang membencinya ketika mereka (beranjak) dewasa.
  14.      Anak-anaknya menjadi pembangkang, nakal, bandel, sulit diatur. Intinya adalah anak-anaknya menjadi orang yang kurang/tidak cerdas baik dari segi IQ (intelektual), EQ (emosional), SQ (spiritual), maupun AQ (adversity quotient).
  15.      Anak-anaknya hanya mau hartanya saat ia ada, bahkan sampai berebut warisannya setelah ia tiada.
  16. Sosok pria sebagai seorang anak, balita, anak kecil, atau remaja ia akan menangis, bersedih, terluka, berduka, atau kecewa jika:
  17.      Kehadirannya di dunia ini ternyata tidak dikehendaki oleh orang tuanya.
  18.      Ia dikatakan sebagai anak haram, anak durhaka, anak yang tak tahu balas budi, anak kurang ajar, anak yang tak tahu berterimakasih, dan sebutan lainnya yang tak pantas.
  19.      Ia tidak dibelikan mainan atau sesuatu yang diinginkannya.
  20.      Ia merasa haus.
  21.      Ia merasa lapar.
  22.      Ia merasa atau melihat orang tuanya tidak harmonis, sering cekcok, sering bertengkar.
  23.      Ia dijauhkan dari sesuatu (baik barang, benda, mainan, maupun eseorang) yang disukai atau dicintainya.
  24.      Ia merasa kemauan/keinginannya tidak dipenuhi oleh orang tuanya.
  25.      Ia dimarahi, terutama hanya gara-gara masalah kecil/sepele.
  26.      Ia dibentak-bentak.
  27.      Ia terlalu dibatasi dan dikekang.
  28.      Ia dilarang bergaul dengan lawan jenis, hanya karena alasan takut dengan pergaulan bebas. Solusinya: orang tua memberitahu cara-cara bergaul yang agamis dan dinamis.
  29.      Ia dilarang melakukan sesuatu dengan alasan kasihan atau sayang. Sering kita mendengar orang tua berkata, “Melarang itu berarti tanda sayang.” Tidak dalam semua hal ungkapan ini benar.
  30.      Ia tahu orang tuanya terlilit hutang, atau ada masalah yang tak mudah untuk dipecahkan.
  31.      Ia tahu orang tuanya terlibat dalam masalah kriminal.
  32.      Ia dipaksa menikah, atau dijodohkan orang tuanya dengan seorang gadis yang tidak dicintainya, atau dijodohkan dengan seorang wanita demi memenuhi ambisi, keinginan, kemauan orang tuanya, misalnya: mempertahankan kerajaan bisnis keluarga, demi reputasi-popularitas, demi kekayaan dan kejayaan, dsb.
  33.  34. Sosok pria sebagai seorang kekasih, ia akan menangis, atau setidaknya terluka, kecewa, bersedih hati, jika:
  35.      Ia tidak bisa membahagiakan wanita yang dikasihinya.
  36.      Kehadirannya sama seperti ketiadaannya.
  37.      Ia tidak bisa membuat wanita yang disayanginya tersenyum bahagia dan wajahnya berbinar ceria.
  38.      Wanita yang dicintainya (ternyata) tidak mencintainya dengan sepenuh hati, atau hanya mencintainya dengan separuh hati.
  39.      Kekasihnya berpaling ke lain hati, mencari kehangatan lelaki lain, mencari pelukan lelaki lain.
  40.      Wanita yang dipujanya (diam-diam) mengagumi, memuji-muji, memuja kelebihan cowok lain, terlebih di depan matanya sendiri, lalu memandang rendah dirinya.
  41.      Wanita idaman hatinya hanya mencintai hanya saat memerlukannya, jika tidak sedang butuh… wanita itu berpaling ke pria lain.
  42.      Ia melihat wanita yang dikasihinya sedang bermesraan, bergandengan tangan, berciuman, dan/atau berselingkuh dengan pria lain.
  43.      Ia dibanding-bandingkan dengan pria lain, terutama dalam masalah status, pekerjaan, dan… uang (harta).
  44.      Ia merasa dikhianati oleh wanita yang begitu dikaguminya dikasihinya, disayanginya, dan dicintainya.
  45.      Ia ditinggalkan, dicampakkan, ditelantarkan, atau ditinggal pergi begitu saja, diputuskan secara sepihak oleh wanita yang amat dicintainya.
  46.      Ia (merasa) dicintai oleh wanita yang salah, pada saat yang salah (di waktu yang tidak tepat), dan di tempat yang salah.
  47.      Ia setia, namun kekasihnya tak setia.
  48.      Cinta wanita kepadanya dihiasi dengan kepalsuan. Maksudnya, wanita itu mencintainya karena ia memiliki harta, kedudukan, popularitas. Singkatnya, wanita itu mau dan mencintai karena sang Pria “memiliki dunia”. Setelah semuanya tiada, pria itu ditinggalkan begitu saja.
  49.      Cinta wanita kepadanya dibingkai dengan kehampaan. Maksudnya, wanita itu hanya berpura-pura saja mencintainya, atau menjadikan dirinya semata hanya sebagai pelampiasan, pelarian, pelabuhan sementara. Ungkapan “Dalam dunia percintaan, kepura-puraan adalah hal yang amat menyakitkan!” terasa kebenarannya.
  50.      Ia terlalu dikekang atau diatur oleh kekasihnya.
  51.      Ia harus selalu menuruti atau membenarkan semua kemauan, keinginan, saran, nasihat, pendapat dari wanita yang amat dicintainya.
  52.      Wanita yang disayanginya berubah menjadi baik hanya jika “ada maunya”.
  53.      Ia melihat wanita yang amat dicintainya sedang menangis atau bersedih hati.
  54.      Ia tidak bisa membantu wanita yang dikasihinya saat wanita tersebut benar-benar memerlukan pertolongannya.
  55. Sosok pria sebagai seorang pengajar, guru, dosen, atau tutor, ia akan menangis atau bersedih hati jika:
  56.      Ia tidak bisa membuat muridnya memahami atau mengerti apa yang diajarkannya.
  57.      Ia menyaksikan muridnya gagal dalam ujian, tidak lulus dalam mata pelajaran/kuliah yang diberikannya. Kesedihan ini akan terasa begitu mendalam jika murid-muridnya gagal di dalam menghadapi “ujian Kehidupan”.
  58.      Ia melihat muridnya gagal dalam hidup dan kehidupannya.
  59.      Ia tidak bisa membuat muridnya lebih baik dari dirinya.
  60.      Ia tidak bisa membuat muridnya lebih pandai dari dirinya.
  61.      Ia tidak bisa membuat muridnya lemah lembut dalam bertutur kata, dewasa dalam bersikap, arif dalam memilih, dan bijaksana dalam memutuskan.
  62.      Ia melihat atau mendengar muridnya terlibat di dalam dunia hitam, seperti: kasus asusila, narkoba, kriminal, dsb.
  63.      Ia melihat muridnya menjadi sosok yang dijauhi masyarakat, seperti: koruptor (berdasi), pengusaha yang curang, buronan, pelacur, dsb.
  64.      Apa yang diajarkannya hanya dihafalkan sebatas teori dan tidak diaplikasikan di dalam kehidupan nyata.
  65.      Apa yang diajarkannya disalahgunakan, atau dengan kata lain, ilmu yang diajarkannya digunakan untuk kejahatan.
  66. Sosok pria sebagai seorang pelajar/mahasiswa ia akan menangis, kecewa, dan/atau bersedih hati jika:
  67.      Ia dipaksa masuk ke jurusan yang sebenarnya kurang/tidak disukainya. Contoh kasus: orang tuanya ingin agar ia jadi dokter, sehingga ia dimasukkan ke fakultas kedokteran. Padahal sebenarnya ia ingin menjadi pebisnis yang hebat.
  68.      Ia tidak lulus ujian.
  69.      Ia gagal diterima di sekolah pilihannya.
  70.      Ia dikatakan atau dianggap bodoh oleh guru/dosen atau teman-temannya.
  71.      Ia tidak diterima di dalam pergaulan dengan teman sebayanya.
  72.      Ia dilarang tahu banyak hal oleh guru/dosennya, atau dikatakan belum saatnya kamu tahu tentang hal ini, padahal sebenarnya ia ingin menjadi ahli dalam hal itu.
  73.      Ia seorang pelajar/mahasiswa yang berprestasi dan berbakat, namun kurang/tidak didukung oleh sarana-prasarana dan fasilitas yang memadai.
  74.      Pemikiran atau pendapatnya (yang telah sesuai dengan berbagai literatur terbaru dan terpercaya) disalahkan, tidak diterima, diacuhkan begitu saja hanya gara-gara ia belum senior, masih belum bergelar, dsb.
  75.      Karya tulisnya diplagiat (dijiplak, ditiru seluruhnya, di-copy paste) oleh orang lain.
  76.      Ia dianggap orang yang aneh dan unik hanya gara-gara perilakunya, perkataanya, pemikirannya, pendapatnya aneh dan unik juga.
  77.  78. Sosok pria sebagai seorang pemuka/tokoh agama ia akan menangis, kecewa, dan/atau bersedih hati jika:
  79.      Dirinya sendiri ternyata jauh dari Allah, atau belum sepenuhnya menjalankan perintah agama yang dianutnya.
  80.      Putra/putrinya sulit diatur, sukar dinasihati, tidak bersikap sesuai ajaran agama.
  81.      Ia melihat umatnya bergelimang di dalam dosa dan kemaksiatan.
  82.      Ia tidak bisa membuat jamaah/gembalanya menjadi lebih baik dan lebih tercerahkan hidupnya.
  83.      Ayat-ayat kitab suci tidak diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari.
  84.      Tempat ibadah hanya sebagai simbol atau pelengkap, tidak dimakmurkan, tidak digunakan, dan tidak dimaksimalkan fungsinya.
  85.      Ibadah hanya dilakukan sebatas ritual atau seremoni rutin belaka.
  86.      Banyak orang yang melakukan kejahatan atas nama agama dan Tuhan.
  87.      Banyak orang yang saling membenci, bermusuhan, bertikai, membeda-bedakan hanya karena berbeda agama.
  88.      Agama (termasuk ayat-ayat dari kitab suci) hanya digunakan sebagai topeng, kedok, atau senjata yang memudahkan atau memuluskan jalan untuk mencari popularitas/uang, meraih jabatan, melangsungkan pernikahan, melanggengkan bisnis, dan semata demi kepentingan duniawi.
  89.      Agama dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Inilah yang mengakibatkan berkembangnya paham sekuler dan hedonisme.
  90.      Ada orang yang mengaku sebagai orang suci, utusan Tuhan, atau Nabi.
  91.      Ada orang yang menjual diri demi sesuap nasi.
  92.      Ada orang yang rela menukar keyakinan agamanya demi memperoleh kesenangan/nikmat duniawi.
  93.      Ada orang yang tidak beragama, atau tidak yakin sepenuhnya kepada (kasih sayang) Allah.
  94. Sosok pria sebagai seorang kepala negara, pemimpin, atau pejabat (yang ideal dan berhati nurani) ia akan menangis, kecewa, bersedih hati jika:
  95.      Pornografi, pornoaksi, dan semua hal yang bersifat porno dan asusila begitu merebak serta meracuni berbagai sendi kehidupan dan merusak generasi muda di negeri ini.
  96.      KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) masih ada dan merajalela di negeri ini.
  97.      Ia tidak dapat berlaku adil kepada rakyatnya.
  98.      Biaya pendidikan mahal dan tak terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
  99.      Berbagai fasilitas, sarana dan prasarana kesehatan tidak dapat dinikmati oleh semua warga negara.
 100.      Sumber daya alam negeri ini dikuasai oleh investor asing.
 101.      Kemiskinan dan pengangguran masih melanda negeri ini.
 102.      Keputusannya membawa penderitaan atau menyengsarakan banyak orang.
 103.      Negeri ini masih saja “dijajah” atau “dikuasai” oleh bangsa asing. Bentuk-bentuk penjajahan modern dapat berupa: ekonomi, budaya, ideologi, hiburan (entertainment), teknologi, komunikasi, dsb.
 104.      Banyak kaum muda yang bermalas-malasan, tidak produktif, konsumtif, dan hanya sebagai penganut hedonisme dan korban teknologi modern.
 105.      Negeri ini menjadi sasaran teroris, sarang teroris, disebut teroris, atau menjadi korban dari terorisme global.
 106. Sosok pria sebagai seorang sahabat sejati, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 107.      Dikhianati, terutama oleh orang-orang terdekatnya.
 108.      Dimanfaatkan oleh siapapun dalam bentuk apapun.
 109.      Tidak ada seorangpun yang menolongnya saat ia memerlukan bantuan.
 110.      Diputuskan, diasingkan, dikucilkan dari pergaulan tanpa sebab atau alasan yang jelas.
 111.      Difitnah secara keji, terutama oleh orang yang selama ini dipercayainya.
 112. Sosok pria sebagai “musuh Tuhan”, teroris, atheis, penjahat, atau koruptor, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 113.      Banyak orang yang bertaubat dan dekat dengan Allah.
 114.      Banyak wanita yang menutupi auratnya, berjilbab, dan menjaga kesucian serta harga dirinya.
 115.      Para pejabat menjadi jujur, tidak lagi mau disuap, diberi gratification.
 116.      Birokrasi di negeri ini menjadi begitu cepat dan dipermudah.
 117.      Supremasi hukum ditegakkan, sehingga semuanya sama dihadapan hukum.
 118. Sosok pria sebagai seorang petani, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 119.      Hasil panennya kurang menggembirakan dan tidak begitu melimpah, sehingga hasilnya tidak dapat mencukupi kebutuhan dirinya dan keluarganya.
 120.      Hama (wereng, tikus, dsb) merusak sawah ladangnya, sehingga gagal panen.
 121.      Harga pupuk mahal.
 122. Sosok pria sebagai seorang nelayan, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 123.      Hasil tangkapannya sedikit, sehingga tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya.
 124.      Harga bahan bakar, terutama solar, menjadi mahal.
 125.      Gelombang laut pasang, sehingga ia tidak bisa melaut seperti biasa.
 126. Sosok pria sebagai seorang pedagang, pengusaha, pebisnis, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 127.      Mengalami kebangkrutan yang sampai mengakibatkan dirinya harus memulai lagi dari awal atau dari nol.
 128.      Tidak ada yang menggantikan dirinya atau mewarisi usahanya.
 129.      Terjadi resesi dan krisis global, sehingga harga bahan baku menjadi tak terjangkau.
 130. Sosok pria sebagai seorang peneliti, ilmuwan, cendekiawan, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 131.      Hasil penelitiannya tidak dapat bermanfaat bagi umat manusia.
 132.      Ia dipersulit atau tidak diberi fasilitas, dana, bantuan untuk melakukan risetnya.
 133.      Perhatian serta apresiasi masyarakat dan pemerintah amat kurang di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Padahal majunya suatu negara salah satunya adalah karena pengembangan riset dan teknologi.
 134.      Kesejahteraan dirinya sendiri dan keluarganya kurang/tidak diperhatikan, diabaikan begitu saja oleh negara/pemerintah, sementara pikiran, waktu, dan tenaganya “diperas” untuk terus meneliti dan berkarya.
 135. Sosok pria yang berprofesi sebagai seorang penulis, sastrawan, seniman, budayawan, pekerja seni, perupa, musisi, fotografer, programmer, dan juga profesi lainnya (terutama di bidang sastra dan seni budaya) yang belum tersebut di artikel ini, ia akan menangis, bersedih hati, terluka, atau kecewa jika:
 136.      Tidak ada atau kehabisan ide untuk memulai berkarya. Atau mengalami kebuntuan ide di tengah-tengah berkarya, yang menyebabkan karyanya tidak dapat terselesaikan dengan sempurna.
 137.      Ide atau hasil karyanya dibajak, disalahtafsirkan, tidak diapresiasi secara layak, atau tidak diakui sebagai suatu karya (bercitarasa seni).
 138.      Hasil karyanya dinilai rendah atau dihargai amat murah, tidak sesuai dengan kualitas, mutu, atau nilai karya itu yang sebenarnya.

Perlu diketahui, minimnya bantuan, dukungan, dan perhatian pemerintah di bidang sastra dan seni budaya telah membuat negeri ini kehilangan jatidirinya sebagai negeri yang berbudaya adiluhung.
Demikianlah telah kami uraikan 123 hal yang membuat pria meneteskan air mata. Semoga bermanfaat.
The last but not least, pesan untuk kaum wanita… jangan coba-coba ya… mempermainkan, menyakiti (hati) kami, membuat kami, kaum pria, menangis, berduka, bersedih, atau kehilangan harapan…. sehingga pepatah “no women no cry” tak lagi berlaku. OK?


Humor (Bag. 3)

Kalau Cowok Ganteng...
Kalau cowok ganteng pendiam, cewek-cewek bilang: Woow, cool banget…
Kalau cowok jelek pendiam, cewek-cewek bilang: Ih kuper…

Kalau cowok ganteng jomblo, cewek-cewek bilang: Pasti dia perfeksionis
Kalau cowok jelek jomblo, cewek-cewek bilang: Sudah jelas…kagak laku…

Kalau cowok ganteng berbuat jahat, cewek-cewek bilang: Nobody’s perfect
Kalau cowok jelek berbuat jahat, cewek-cewek bilang: Pantes…tampangnya kriminal

Kalau cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: Wuih, jantan…kayak di filem-filem
Kalau cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: Pasti premannya temennya dia…

Kalau cowok ganteng dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: Klop….serasi banget…
Kalau cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: Pasti main dukun…

Kalau cowok ganteng diputusin cewek, cewek-cewek bilang: Jangan sedih, khan masih ada aku…
Kalau cowok jelek diputusin cewek, cewek-cewek bilang:…(Terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah)

Kalau cowok ganteng ngaku indo, cewek-cewek bilang: Emang mirip-mirip bule sih…
Kalau cowok jelek ngaku indo, cewek-cewek bilang: Pasti ibunya Jawa, bapaknya robot…

Kalau cowok ganteng penyayang binatang, cewek-cewek bilang: Perasaannya halus…penuh cinta kasih
Kalau cowok jelek penyayang binatang, cewek-cewek bilang: Sesama keluarga emang harus menyayangi…

Kalau cowok ganteng bawa BMW, cewek-cewek bilang: Matching…keren luar dalem
Kalau cowok jelek bawa BMW, cewek-cewek bilang: Mas, majikannya mana?…

Kalau cowok ganteng males difoto, cewek-cewek bilang: Pasti takut fotonya kesebar-sebar
Kalau cowok jelek males difoto, cewek-cewek bilang: Nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?…

Kalau cowok ganteng naek motor gede, cewek-cewek bilang: Wah, kayak lorenzo lamas…bikin lemas…
Kalau cowok jelek naek motor gede, cewek-cewek bilang: Awas!! mandragade lewat…

Kalau cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: Ini baru cowok gentlemen
Kalau cowok jelek nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: Naluri pembantu emang gitu…

Kalau cowok ganteng bersedih hati, cewek-cewek bilang: Let me be your shoulder to cry on
Kalau cowok jelek bersedih hati, cewek-cewek bilang: Cengeng amat!!!…ini laki-laki apa bukan sih?!!

Humor (Bag. 2)

5 Penumpang yang Terancam Jatuh Dari Pesawat

Sebuah pesawat sedang terancam akan jatuh. Didalamnya ada 5 penumpang,
sementara parasut untuk terjun hanya tersedia 4 buah.

Penumpang pertama bilang,
"Saya kurniawan Dwi Julianto, pemain nasional sepak bola,
persepakbolaan Indonesia masih memerlukan orang seperti saya. Jadi, saya
belum boleh mati." Lalu dia ambil parasut pertama dan terjun.

Penumpang kedua adalah Megawati Sukarnoputri, bilang:
"Saya adalah putri Sukarno. Saya juga adalah kandidat presiden Indonesia
di masa datang. Sekarang ini saya sedang akan menghadiri penobatan saya
jadi ketua Partai Pelopor. Saya akan menggantikan bapak saya jadi
Presiden Indonesia nantinya. Jadi, saya Juga belum boleh mati."
Lalu dia ambil parasut kedua dan terjun.

Penumpang ketiga, Abdurrahman Wahid,bilang:
"Saya adalah mantan Presiden Repulik Indonesia. Rakyat Indonesia masih
sangat membutuhkan kepemimpinan saya, jadi saya belum boleh mati."
Kemudian dia meraba raba kiri kanan dan akhirnya menemukan parasut ketiga.
"Lagipula...
kalau saya mati, itu Propinsi Riau, Jawa Timur/Madura, Aceh,
Irian Jaya dan masih banyak lagi Propinsi lain lagi pasti akan memisahkan
diri dari NKRI dan akan memerdekakan diri," tambahnya sambil melompat terjun.

Penumpang keempat adalah KH Abdullah Gymnastiar.
Kepada penumpang kelima, seorang anak sekolah umur 10 tahun,
Aa Gym berkata: "Sudahlah, nak, kamu pakai sajalah parasut terakhir itu.
Saya sudah cukup lama hidup. Tak berapa lama juga saya akan mati sendiri.
Lagipula saya rasa saya sudah cukup banyak berdakwah untuk kepentingan ummat,
saya merasa sudah punya bekal untuk menghadap Yang Kuasa.

Saya IKHLAS, nak, pakailah..!"
Anak sekolah itu menjawab, "Nggak apa-apa Pak Uztad.
Ini masih ada dua parasut lagi kok.
Tadi itu, Gus Dur terjun pakai ransel sekolah saya. Saya sih,
diemin aja....Abis dia belagu sih orangnya...."


Jenis Cowok Mutusin Ceweknya Lewat Telepon (masuk dalam kategori "Cowok" manakah anda?... )

COWOK MURTAD:
(telepon ke ortunya, minta tolong ortunya yang nyampaikan)..
"Ini emak ya.. atau si abah..? ah terserah lah...!!
eh lu orang denger ya baek-baek... kasih tau sama si Juleha,
gw mau putus..tus..tus..

Jangan tanya nape.. pokoknya putus..., jangan lupa kasih tau die ya..
awas kalau lupa.. kalau lupa nih...gw hajar juga lu bedua..!!!"

COWOK SOPAN:
"Asalammulaikum wr wb ..... Hallo say.. kamu baek baek saja?"
Begini lho say.. sehubungan dengan telah berlalunya waktu yang telah kita lewati bersama ..

Maka aku menyadari bahwa aku dan kamu sebenarnya tidak ditakdirkan untuk bersama,
maka daripadanya marilah kita bersama sama lapang dada untuk memutuskan jalinan kasih ini..

Demikianlah untuk abang sampaikan, lebih kurangnya abang mohon maaf lahir batin
seperti halnya abang memaafkan dikau. Akhir kata, Assalmmulaikum wr wb..."

COWOK SIMPLE:
"Hi.. kita putus ya.. cukup sekian..."!!!


COWOK SUPER SIMPLE:
"Aku pergi ..."

COWOK MATRE:
"Hallo say.. gw terpaksa telepon lu neh.. karena lu pasti gak punya pulsa.. ..ya kan ?...
gini.. maksud gue gimana kalau kita putus aja,
gue gak bakalan bahagia ama elu.. kamu kere sih..!"

COWOK KERE:
"Hi cayang.. lu pernah gak denger lagu liriknya begini:
Cewe Matre Cewe Matre.. kelaut ajeee..! Keren juga ya...
BTW lu pernah gak di suruh ke laut..? Kalo gak pernah,
gimana kalau elu ke laut aja.. becinta ama hiu sono.."


COWOK GAK JELAS:
"Hi say.. pa kabar..? jadi pada dasarnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa
dan oleh karenanya penjajahan harus di hapuskan dari muka bumi.
Nah lu tau kan gw ini orang yang bebas dan merdeka..
jadi lu tau lah maksud gw... Udeh gitu aja..bye..!"

COWOK PEMALU:
"Cayangg.. emh..hm.. ada sesuatu yg ingin gw sampaikan..
tapi gue malu ni ngomongnya.. gimana ya..hm..emh..hm...jadi malu ni..gimana ya..
Intinya gue malu de jalan ama elu.. sorry.."

COWOK DURJANA:
"Alloww.. elu kok masih idup..? eh denger ya..
mulai detik ini gue gak mau liat muke lu lagi...,
awas lu kalau sampe gue liat lu lagi.. gw mati'in lu...!!"

COWOK KASAR:
"Eh monyong...kutu kupret muke gile .. kita putusss..."

COWOK CAPE:
"Hallo..say.. tiap inget elu gue cape de.., tiap denger nama elu gue cape de..,
tiap liat elu.. gue lebih cape lagi de... gue bener bener cape de.. kita putus ya..!"

COWOK PANTUNIS:
"Hi Hon.. abang kasih pantun ya... nih dengerin baek baek..."
"Kalau ada sumur di ladang.. bolehlah kita menumpang mandi...
"Kalau ada umur panjang...mending kita tak jumpa lagi..!!"

Humor (Bag. 1)

Ujian Susulan 4 Mahasiswa

Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan.
Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.
Mahasiswa A: pak, maaf kami telat ikut ujian semester
mahasiswa B: iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkotnya meletus.
Mahasiswa C: iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.
mahasiswa D: oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.
Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan.

Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda. “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.
Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.
Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis:
“Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?”


Siapa Itu Thomas Alfa Edison?

Bu guru: “Andi..! coba kamu jawab, siapa itu Thomas Alfa Edison..?”
Andi: “Tidak tau bu guru…”.
Bu guru: “Kalo James Watt, siapa dia..?”
Andi: “Ndak tau juga bu guru..”
Bu guru: “Andi! Bagaimana sih kamu ini? ditanya ini itu pasti jawab tidak tau… Tidak pernah belajar ya?”
Andi: “Belajar kok bu guru… Lah coba Andi tanya, bu guru tau ndak siapa Arifin Widodo..?”
Bu guru: “Tidak tau…”
Andi: “Kalau Bambang Setiono Ibu tau?”
Bu guru: “Tidak tau… Emang siapa mereka itu..?”
Andi: “Yaa itulah Bu…, kita khan pasti punya kenalan sendiri-sendiri..”


Toko Suami...

Sebuah toko unik yang menjual calon suami baru saja dibuka di kota New York, tempat dimana wanita dapat memilih
suami yang paling tepat untuknya. Diantara instruksi2 yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan
bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut.

"ANDA HANYA DAPAT MENGUNJUNGI TOKO INI SATU KALI!"

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai, dimana semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut.
Anda dapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak
bisa turun ke lantai sebelumnya. Lalu, seorang wanita pergi ke Toko Suami tersebut untuk mencari suami yang tepat
untuknya. Setelah ia membayar karcis masuk ke toko tersebut dengan harga yang cukup mahal, ia mulai memasuki lantai pertama.

Di lantai 1 terdapat tulisan...
Lantai 1: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan.

Di lantai 2 terdapat tulisan...
Lantai 2: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan dan senang anak kecil.

Di lantai 3 terdapat tulisan...
Lantai 3: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cakep.

Wow.. pikir wanita tersebut, tapi dia masih penasaran dan ingin untuk terus naik.

Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan...
Lantai 4: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget dan
suka membantu pekerjaan rumah.

Ya ampun..! Si wanita berseru, "Aku hampir tak
percaya..!".

Si wanita penasaran dan tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini...
Lantai 5: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget, suka membantu pekerjaan rumah dan memiliki sifat romantis.

Dia tergoda untuk berhenti di lantai 5, tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6 dan di lantai itu
terdapat tulisan...
Lantai 6: Anda adalah pengunjung yang ke 4363012. Tidak ada lelaki di lantai ini, lantai ini hanyalah semata-mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas seperti anda!

Terima kasih telah datang di Toko Suami.
Hati-hati ketika keluar toko dan semoga hari ini adalah hari yang indah buat anda!


Tuhan Pasti Menolong Saya

Suatu hari di kota Perth Australia sedang dilanda banjir besar,
terdapatlah sebuah gereja yang juga terkena banjir dan pastor
yang berada di depan pintu tidak dapat melarikan diri dikarenakan
kakinya terjepit pintu. Maka berdoalah dia terus menerus...
"ya, Tuhan selamatkanlah hambamu ini dari kematian".
Pada saat sedang berdoa datanglah sebuah kapal yg ingin menolongnya,
"ayo naik ke kapal ini, air telah mencapai pinggangmu",
maka sang pastor menjawab "saya percaya Tuhan akan membantuku,
kalian pergilah"

pada saat air mencapai dadanya maka datanglah sebuah kapal lagi,
"Ayo Bapa naiklah, air telah sebatas dada anda"
Sang pastor menjawab dengan yakin, "kalian pergilah, Tuhan pasti membantuku",

Pada saat kritis, air sebatas lehernya maka datanglah sebuah helikopter
"Bapa jangan berdoa terus, air sebentar lagi akan menenggelamkan anda",
Sang pastor tetap bersikeras "Pergilah kalian, saya yakin Tuhan pasti menolong saya",

sewaktu air mencapai kepalanya,
maka sang pastor akhirnya meninggal kehabisan napas dan sekarang dalam
perjalanan menuju pintu surga, di depan pintu surga sang pastor bertemu
dengan Tuhan, "Wahai Tuhan, selama hidup saya hanya memuja Anda dan pada
saat saya dalam kesulitan mengapa Anda tidak datang menolong saya?
Kenapa Anda biarkan hambamu ini mati, Anda menipu saya",
Sang Tuhan dengan santai menjawab "anda sendiri yang bodoh,
Saya telah mengantarkan 2 perahu dan 1 helikopter untuk membantu anda tetapi
anda bersikeras menolaknya".
... Kan tidak mungkin saya yang turun langsung,
emangnya yang minta pertolongan loe aja, tambah tuhan   



 Istri sempurna

"Saya cemas jangan-jangan istri saya sudah tidak mencintai saya lagi,"
keluh seorang suami pada seorang penasihat perkawinan.
"Apakah dia mulai nyuekin anda?" tanya si penasihat.
"Tidak sama sekali," jawab si suami. "Dia selalu membukakan pintu rumah
buat saya sambil memberikan ciuman hangat dan membawakan minuman dingin.
Baju saya selalu disetrikanya. Dia juga pinter masak, pinter menata rumah,
pinter jaga anak-anak. Dia nggak pernah ngeluh kalau saya ganti channel tivi,
dan dia juga nggak nolak kalau diajak berhubungan seks dengan gaya-gaya aneh."
"Kalau gitu, sebenarnya nggak ada masalah, dong?" si penasihat bertanya keheranan.
"Mungkin saya yang terlalu sensitif," jawab si suami,
"tapi malam itu, ketika dia pikir saya sudah tertidur,
dia berbisik di telinga saya "kapan kamu mati, keparat?""    
       


12 Jurus Edan Mengenal “Rahasia” Cewe’

   1. Ketika cewek diam, … emang ada???
   2. Ketika cewek lagi tidak minat debat, … berarti lagi pengen dirayu …
   3. Ketika cewek melihat kamu dengan tatapan penuh tanya, … lagi terkagum2 ama kebebalan kamu
   4. Ketika cewek menjawab kamu: “Saya baik-baik saja” setelah beberapa detik, … berarti dia lagi mikirin cowo lain.
   5. Ketika seorang wanita menatap kamu, … berarti dia sedang tidak tidur
   6. Ketika seorang wanita meletakkan tangannya di dada kamu, … berarti dia menginginkan kamu segera modar
   7. Ketika cewek telepon kamu setiap hari, … berarti dia sedang kuatir kamu kabur
   8. Ketika cewek mau ketemu kamu setiap hari, … berarti dia lagi gak punya temen
   9. Ketika cewek sering meng-sms kamu setiap hari, … berarti dia mo bilang dah ga bs tilpon krn pulsa abis.
  10. Ketika cewek bilang “I LOVE U” … 8O !!, … berarti dia salah kinum obat
  11. Ketika cewek mengatakan: “Aku tidak bisa hidup tanpamu”, … berarti dia lagi gak pede
  12. Ketika cewek bilang “Aku rindu kamu”, … berarti dia mo bilang, gak usah ketemu dulu, kita kangen2an aja.


Sabtu, 23 Juli 2011

Ilmu Allah

Dalam asmaul husna, Allah swt. disebut sebagai Al 'Alim (Yang Maha Mengetahui).
Bahwasanya ilmu Allah tidak terbatas. Dia mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi, yang dahulu, sekarang, ataupun besok, baik yang ghaib maupun yang nyata.

"Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi."(QS. Al-Hajj: 70)

"Dialah Allah, Yang tiada Tuhan selain Dia. Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang" (QS. Al-Hasyr: 22)

Tak ada satupun yang tersembunyi bagi Allah swt. Sebutir biji di dalam gelap gulita bumi yang berlapis tetap diketahui Allah swt. "Di sisi-Nya segala anak kunci yang ghaib, tiadalah yang mengetahui kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa-apa yang ada di daratan dan di lautan. Tiada gugur sehelai daun kayu pun, melainkan Dia mengetahuinya, dan tiada sebuah biji dalam gelap gulita bumi dan tiada pula benda yang basah dan yang kering, melainkan semuanya dalam Kitab yang terang." (QS. Al-An'am: 59)

Ilmu Allah swt. maha luas, tak terjangkau, dan tak terbayangkan oleh akal pikiran, tiada terbatas. Dia mengetahui apa yang sudah dan akan terjadi serta yang mengaturnya. Manusia, malaikat, dan makhluk manapun tak akan bisa menyelami lautan ilmu Allah swt. Bahkan untuk mengetahui ciptaan Allah saja manusia tidak akan mampu. Tentang tubuhnya sendiri saja, tidak semuanya terjangkau oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dicapai manusia. Semakin didalami semakin jauh pula yang harus dijangkau, semakin banyak misteri yang harus dipecahkan, seperti jaringan kerja otak manusia masih merupakan hal yang teramat rumit untuk dikaji.

Belum lagi tentang astronomi. Berapa banyak bintang, galaksi di langit, berapa jauhnya, bagaimana cara mencapainya, proses terjadinya, apakah ada penghuninya, dan seterusnya. Jika kita menatap ke luar angkasa betapa kecil bumi ini bagaikan debu bahkan lebih kecil dari itu. Andaikan saja ada manusia yang menguasai planet bumi sebagai miliknya pribadi, maka di hadapan alam di ruang angkasa ini dia hanyalah memiliki debu tak berarti. Jika saja ada manusia menguasai bumi, dia hanya menguasai debu. Sementara kekuasaan, kerajaan Allah swt. tak akan tertandingi sedikitpun jua.

Allah swt. menggambarkan betapa kecil dan tak berdayanya manusia bila dibandingkan dengan ilmu Allah swt., dengan perumpamaan air laut bahkan tujuh lautan dijadikan tinta untuk menulis kalimat Allah swt., niscaya tidak akan habis-habisnya kalimat Allah tersebut dituliskan.

"Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula." (QS. Al Kahfi: 109)

"Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Luqman: 27).

Allah swt. telah menciptakan langit dan bumi dengan segala isi dan peristiwa yang terkandung di dalamnya merupakan fenomena yang sangat mengesankan dan menakjubkan akal serta hati sanubari manusia. Itulah alam semesta atau al-kaun (universum). Simaklah firman Allah swt. berikut ini:

"Dia lah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Hasyr: 24).

Hendaknya manusia senantiasa men-taddaburi ayat-ayat-Nya, baik yang qauliyah maupun kauniyah. Karena di sana terdapat lautan ilmu-Nya, serta dorongan untuk mengkaji maupun mengimplementasikannya. "Hai jama'ah jin dan manusia jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan." (QS. Ar-Rahman: 33). Dengan ayat ini manusia akan mengerti jika ingin menembus langit diperlukan energi yang besar.

Maka dengan segala bahan-bahan yang ada di alam ini manusia harus mampu mengkonversi energi tersebut. Masih banyak ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan cabang-cabangnya. Allah swt. telah menciptakan alam beserta isi dan sistemnya dan juga telah mengajarkannya kepada manusia. Dengan mencermati Al-Qur'an, akan melahirkan kajian-kajian yang lebih detail tentang keberadaan ciptaan-Nya.

Timbulnya ilmu pengetahuan disebabkan kebutuhan-kebutuhan manusia yang berkemauan hidup bahagia. Dalam mencapai dan memenuhi kebutuhan hidupnya itu, manusia menggunakan akal pikirannya. Mereka menengadah ke langit, memandang alam sekitarnya dan melihat dirinya sendiri. Dalam hal ini memang telah menjadi qudrat dan iradat Nya, bahwa manusia dapat memikirkan sesuatu kebutuhan hidupnya. Telah tercantum dalam Al-Qur'an perintah Allah swt.: "Katakanlah, perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS. Yunus: 101).